Jumat, 20 Januari 2012

1
PERTEMUAN KE 1
MANFAAT TANAMAN TERONG
A. Topik diskusi
Topik diskusi dalam pertemuan ke-1 yang akan dibahas adalah mengenai manfaat
tanaman terong.
B. Justifikasi kegiatan
1. Latar belakang
Batu dewa merupakan daerah pertanian yang menghasilkan banyak jenis tanaman
pertaniaan seperti terong, cabe, jagung, padi dan hasil pertanian lainnya, terong merupakan
komoditi yang lumayan banyak setelah cabe. Desa Batu Dewa merupakan daerah yang
sangat cocok pembudidayaan terong, sehingga ketersediaan bahan baku terpenuhi. Namun,
masyarakat belum melakukan pengolahan terong agar mendapat nilai tambah. Masyarakat
biasanya menjual terong langsung pada pedagang penampung. Industri pengolahan terong
merupakan salah satu industri pertanian yang cukup berkembang di Propinsi Bengkulu.
Salah satunya terong diolah menjadi manisan terong yang umumnya.
2. Permasalahan
Pada umumnya masyarakat sudah mengetahui manfaat terong dan apa itu manisan
terong, namun belum mengetahui teknik pengolahan terong agar menghasilkan nilai tambah
dan meningkatkan keuntungan masyarakat.
3. Tujuan
Agar masyarakat Desa Batu Dewa mengetahui manfaat Terong, sehingga dapat
memotivasi masyarakat untuk melakukan pengolahan terong yang bisa meningkatkan
pendapatan masyarakat Desa Batu Dewa.
2
C. Pembahasan
Masyarakat Indonesia yang bertempat tinggal di daerah pedesaan maupun pinggiran kota
sebagian besar masih hidup dengan cara bertani dan berkebun, tentunya masyarakat yang
bertempat tinggal di pedesaan maupun pinggiran kota sekalipun kurang mengetahui sektor
perindustrian, sehingga bahan seperti terong yang ada disekitar kita kurang dimanfaatkan.
Tanaman yang tumbuh disekitar kita seperti terong, jika diamati secara langsung biasanya
hanya dimanfaatkan sebagai sayur saja, dengan demikian pemanfaatan terong tersebut masih
terbatas dan relatife sedikit. Terong yang dapat kita peroleh dengan sangat mudah sebenarnya
dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi manisan terong yang ternyata mempunyai nilai jual
yang relatife tinggi bahkan menjadi peluang usaha yang sangat menarik dan dapat menyerap
tenaga kerja serta memiliki prospek yang cerah.
Sejauh ini terong lebih banyak dikonsumsi dalam bentuk sayur, namun melihat potensi
dan peluang pengembangan terong yang demikian besar serta manfaat yang dapat diperoleh
dari terong, maka sudah saatnya dicanangkan gerakan pemanfaatan buah terong salah satu
upaya yang dapat kita lakukan adalah Pembuatan Manisan Berbahan Dasar Terong sebagai
Makanan Khas Bengkulu.
Nama bahan untuk pembuatan manisan terong adalah sebagai berikut: terong, gula pasir,
asam citrus dan Kapur Sirih.
D. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Tanaman Terong banyak manfaat diantaranya sebagai obat-obatan yaitu di Negeria
Terong dipercaya sebagai zat anti rematik dan di Korea pun terong dikenal punya
keajaiban untuk mengobati beberapa gangguan kesehatan, Fungsi lain dari terong adalah
sebagai obat anti-kejang yang relatife sulit diketahui dengan pasti kapan terjadi
serangannya. Selain itu di Nigeria, terong juga dipercaya sebagai obat untuk meredam
penyakit gugup, fungsi buah terong lagi adalah dapat menekan kerusakan yang timbul
pada sel-sel dengan penyimpangan kromoson sebagai petunjuk adanya kanker. Penguji
terakhir yang dilakukan di Jepang menunjukan jus terong, yang dapat menekan kerusakan
pada sel-sel tersebut.
3
Tapi kalau disini Terong sering digunakan sebagai sayur makan atau dijual langsung ke
toke sayur.
2. Saran
Diharapkan setelah kegiatan ini masyarakat akan lebih termotivasi untuk menanam
terong, dimana di Desa Batun Dewa tanaman terong sangat berkembang.
4
E. Lampiran
PROGRAM KERJA PERORANGAN
KULIYAH KERJA NYATA PERIODE 64 TAHUN 2011
Desa Batu dewa Kecamatan Curup Utara
Kabupaten Rejang Lebong
NOTULENSI DISKUSI
Kegiatan : Penjalasan Tentang Manfaat Terong
Pertemuan ke : I
Materi : Manfaat Terong
Hari/Tanggal : Minggu, 7 Agustus 2011
Notulensi
Kegiatan penyuluhan tentang manfaat tanaman terong ini dilaksanakan pada hari
Minggu tanggal 7 Agustus 2011 pada pukul 16.00 di Sekretariat KKN 64 Desa Batu
Dewa. Dalam kegiatan ini yang bertindak sebagai narasumber adalah saya sendiri dan
kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat binaan.
Batu Dewa, 07 Agustus 2011
FITRINAWATI
A1J008026
5
PROGRAM KERJA PERORANGAN
MAHASISWA KULAH KERJA NYATA PERIODE 64 TAHUN 2011
DESA : BATU DEWA
KECAMATAN : CURUP UTARA
KABUPATEN : REJANG LEBONG
(Sekretariat : Desa Batu Dewa Kec. Curup Utara Kab. Rejang Lebong)
PELAKSANA
NAMA : FITRINAWATI
NPM : A1J008026
FAKULTAS : KIP
JURUSAN : PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH (PLS)
RENCANA KEGIATAN
No Topik Diskusi
Alokasi Waktu
Juli Agustus
I II III IV I II III IV
1. Mengenal
Manfaat Terong
7
2. Pelmbuatan
Manisan Terong
8
3. Penjemuran 9
4. Pengemasan 12
5. Analisis
Ekonomi
13
6. Pemasaran 14
Mengetahui Batu Dewa, 25 Agustus 2011
Kepala Desa Koordinator Desa
FIRMANSYAH Mendi
NPM.
6
FOTO
7
8
9
PERTEMUAN KE 2
PEMBUATAN MANISAN TERONG
A. Topik diskusi
Topik diskusi dalam pertemuan ke-2 yang akan dibahas adalah pembuatan Manisan
Terong.
B. Justifikasi kegiatan
1. Latar belakang
Gula putih atau sukrosa dikenal sebagai bahan pemanis yang biasanya digunakan
dalam jumlah banyak. Dalam pembuatan Manisan Terong, perbandingan terong segar
dengan gula pasir yang digunakan adalah 1 : 1, sehingga sangat berpengaruh pada performa
manisan terong yang dihasilkan. Penggunaaan gula putih dalam pembuatan manisan terong
selain sebagai pemanis juga berfungsi sebagai bahan pengawet.
Sehingga pada pertemuan kali ini pembuatan manisan terong dengan menggunakan
gula putih. Dimana masyarakat belum mengetahui campuran dalam pembuatan manisan
terong.
2. Permasalahan
Masyarakat belum mengetahui tentang cara dan bahan dalam pembuatan manisan
terong.
3. Tujuan
Agar masyarakat mengetahui tentang cara dan bahan pembuatan manisan terong
C. Pembahasan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan manisan terong adalah
sebagai berikut :
a. Alat
· Pisau
· Baskom
10
· Panci
· Kompor
· Pengaduk (sendok)
· Serbet
· Sendok makan
· Garpu
b. Bahan
· Terong 3 kg
· Gula putih 3 kg
· Kapur sirih 3 sdm
· Air bersih 6 gelas
· Asam citrus 3 sdm
Adapun cara pembuatan manisan terong adalah sebagai berikut :
1. Pilih terong yang berkualitas dan masih muda (belum ada biji) untuk menambah
kualitas manisan itu sendiri, terong yang di gunakan disini yaitu terong ungu.
2. Kemudian terong dibuang tangkainya
3. Terong di tusuk-tusuk menggunakan garpu sampai rata untuk memudahkan air
meresap ketika proses perendaman nanti.
4. Setelah terong ditusuk-tusuk, terong direndaman lebih kurang 12 jam menggunakan
air larutan kapur sirih
5. Setelah itu terong diangkat dan dicuci sampai bersih
6. Setelah terong dicuci bersih, terong diris sebesar dadu atau sesuai selerah
7. Sementara terong diiris, larutkan gula, asam citrus dan air putih
8. Setelah larutan gula sudah mendidih±300 cc , masukan terong yang telah diiris
tadi.
9. Tunggu sampai air larutan gula tadi tinggal sedikit
10. Angkat terong dan tiriskan kemudian di jemur sampai kering, untuk hasil optimal
setelah dijemur diterik matahari terong diopen kembali menggunakan open
pengering.
11. Pengemasan
12. Manisan terong siap di pasarkan.
11
Cara Penyajian
Manisan terong siap dinikmati.
D. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Pembuatan manisan terong dengan menggunakan gula putih sebanyak 3 kg dan
terong 3 kg menghasilkan manisan terong sebanyak 3 kg.
2. Saran
Diharapkan setelah kegiatan ini masyarakat dapat memproduksi sendiri manisan
terong dan menjadi kan ini usaha bersama masyarakat untuk meningkatkan
pendapatan masyarakat Desa Batu Dewa.
12
E. Lampiran
PROGRAM KERJA PERORANGAN
KULIYAH KERJA NYATA PERIODE 64 TAHUN 2011
Desa Batu dewa Kecamatan Curup Utara
Kabupaten Rejang Lebong
NOTULENSI DISKUSI
Kegiatan : Penjelasan Tentang Bagaimana Cara Pembuatan Manisan Terong
Pertemuan ke : II
Materi : Pembuatan Manisan Terong
Hari/Tanggal : Senin, 8 Agustus 2011
Notulensi
Kegiatan pembuatan Manisan Terong dengan gula pasir ini dilaksanakn pada hari
Senin tanggal 8 Agustus 2011 pada pukul 14.00 di Sekretariat Mahasiswa KKN 64 Desa
Batu Dewa. Kegiatan ini dilaksanakan berkat kerja sama antara saya sebagai nara sumber
dan teman-teman KKN serta masyarakat binaan.
Pembuatan Manisan Terong dengan gula pasir ini berjalan dengan lancar yang
ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat binaan.
Batu Dewa, 08 Agustus 2011
FITRINAWATI
A1J008026
13
PROGRAM KERJA PERORANGAN
MAHASISWA KULAH KERJA NYATA PERIODE 64 TAHUN 2011
DESA : BATU DEWA
KECAMATAN : CURUP UTARA
KABUPATEN : REJANG LEBONG
(Sekretariat : Desa Batu Dewa Kec. Curup Utara Kab. Rejang Lebong)
PELAKSANA
NAMA : FITRINAWATI
NPM : A1J008026
FAKULTAS : KIP
JURUSAN : PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH (PLS)
RENCANA KEGIATAN
No Topik Diskusi
Alokasi Waktu
Juli Agustus
I II III IV I II III IV
1. Mengenal
Manfaat Terong
7
2. Pembuatan
Manisan Terong
8
3. Penjemuran 9
4. Pengemasan 12
5. Analisis
Ekonomi
13
6. Pemasaran 14
Mengetahui Batu Dewa, 25 Agustus 2011
Kepala Desa Koordinator Desa
FIRMANSYAH Mendi
NPM.
14
FOTO
1.
15
16
17
PERTEMUAN 3
PENJEMURAN MANISAN TERONG
A. Topik diskusi
Topik diskusi dalam pertemuan ke-3 ini yang akan dibahas adalah mengenai
Penjemuran manisan terong.
B. Justifikasi kegiatan
1. Latar Belakang
Manisan terong sebenarnya sudah dikenal sejak lama sebagai makanan khas bengkulu, yang
di cetuskan pertama kali di Kec.Curup Utara oleh anak kkn juga di kelurahan Desa Curup
kec. Curup Utara Kab. Rejang Lebong. Tapi masih sedikit masyarakat yang memanfaatkan
Terong ini sebagai manisan terong. Kebanyakan terong dimanfaatkan sebagai sayuran
makan dan di jual langsung ke penampung.
Untuk penjemuran Terong Yang telah di angkat dari air larutan gula tadi ditiriskan
kemudian diletak diatas nampan yang lebar terus dijemur dibawah terik matahari selama ±3
hari (sampai mengering).
2. Permasalahan
Masih kecilnya pengetahuan dan pemahaman dari masyarakat tentang cara
penjemuran manisan terong yang baik.
3. Tujuan
Agar masyarakat dapat mengetahui cara penjemuran Manisan terong yang
Baik.
C. Pembahasan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam penjemuran manisan terong ini
adalah sebagai berikut :
a. Alat
18
· Plastik putih lebar, atau
· Nampan
b. Bahan
· Manisan terong yang masih basah
Adapun cara penjemuran manisan terong adalah sebagai berikut :
· Manisan terong diangkat dari air larutan gula.
· Setelah diangkat terong ditiris.
· Kemudian terong diletakan diatas plastik lebar atau nampan dibawah terik
sinar matahari.
· Lakukan selama 3 hari atau sampai manisan terong mengering dan berwarna
hitam.
D. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Penjemuran manisan terong sebaiknya dijemur selama ±3 hari atau samapi manisan
terong benar-benar kering, untuk hasil optimal setelah dikeringkan dibawah sinar
matahari dimasukan kedalam open pengering.
2. Saran
Diharapkan setelah kegiatan ini masyarakat dapat membuat manisan terong dengan
baik dengan proses penjemuran yang baik pula sehingga kualitas manisan terong
bisa terjamin.
19
E. Lampiran
PROGRAM KERJA PERORANGAN
KULIYAH KERJA NYATA PERIODE 64 TAHUN 2011
Desa Batu dewa Kecamatan Curup Utara
Kabupaten Rejang Lebong
NOTULENSI DISKUSI
Kegiatan : Penjelasan Tentang Bagaimana Proses Penjemuran
Pertemuan ke : III
Materi : Penjemuran Manisan Terong
Hari/Tanggal : Selasa, 9 Agustus 2011
Notulensi
Kegiatan penjemuran manisan terong dilakukan pada hari selasa-hari kamis/9-11
Agustus 2011 pukul 09.00-15.00 di Lapangan Sekretaiat mahasiswa KKN Desa
Batu Dewa. Kegiatan ini dilaksanakan berkat kerja sama antara saya sebagai nara
sumber dan teman-teman sesama mahasiswa KKN serta masyarakat binaan.
Batu Dewa, 09 Agustus 2011
FITRINAWATI
A1J008026
20
PROGRAM KERJA PERORANGAN
MAHASISWA KULAH KERJA NYATA PERIODE 64 TAHUN 2011
DESA : BATU DEWA
KECAMATAN : CURUP UTARA
KABUPATEN : REJANG LEBONG
(Sekretariat : Desa Batu Dewa Kec. Curup Utara Kab. Rejang Lebong)
PELAKSANA
NAMA : FITRINAWATI
NPM : A1J008026
FAKULTAS : KIP
JURUSAN : PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH (PLS)
RENCANA KEGIATAN
No Topik Diskusi
Alokasi Waktu
Juli Agustus
I II III IV I II III IV
1. Mengenal
Manfaat Terong
7
2. Pelmbuatan
Manisan Terong
8
3. Penjemuran 9
4. Pengemasan 12
5. Analisis
Ekonomi
13
6. Pemasaran 14
Mengetahui Batu Dewa, 25 Agustus 2011
Kepala Desa Koordinator Desa
FIRMANSYAH Mendi
NPM.
21
FOTO
22
PERTEMUAN 4
PENGEMASAN MANISAN TERONG
A. Topik diskusi
Topik diskusi dalam pertemuan ke 4 ini yang akan dibahas adalah pengemasan
Manisan Terong.
B. Justifikasi kegiatan
1. Latar Belakang
Salah satu sifat produk adalah tidak tahan lama. Sehingga dibutuhkan suatu
teknologi agar suatu produk dapat bertahan lama. Dalam hal ini dilakukan pengolahan
terong menjadi manisan terong.
Dalam pembuatan suatu produk terutama produk pengolahan hasil pertanian, selain
dari kualitas produk, hal-hal yang harus diperhatikan adalah pengemasan. Pengemasan akan
mempengaruhi harga dari suatu produk. Semakin menarik suatu kemasan produk maka
akan menaikkan harga produk.
2. Permasalahan
Masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana cara
pengemasan suatu produk.
3. Tujuan
Agar masayarakat dapat melakukan pengemasan terhadap suatu produk.
C. Pembahasan
Setelah membuat terong menjadi manisan terong, langkah selanjutnya adalah
melakukan pengemasan. Agar produk manisan terong dapat dipasarkan. Dalam hal ini
masyarakat binaan sepakat memberi nama produk manisan terong adalah “ Manisan
Tereong Master Batu Dewa”, dapat diartikan sebagai manisan terong berasal dari desa Batu
Dewa bekerjasama dengan KKN UNIB 64.
23
Pengemasan manisan terong menggunakan plastik dengan ukuran 4 x 8 cm. Dalam
satu kemasan plastik diisi dengan 2,5 on manisan terong.
D. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Pengemasan manisan terong menggunakan plastik. Setiap kemasan berisi 2,5
onmanisan terong dengan nama “Manisan terong Batu Dewa”.
2. Saran
Diharapkan setelah kegiatan ini masyarakat dapat melakukan pengemasan terhadap
produk yang mereka hasilkan.
24
E. Lampiran
PROGRAM KERJA PERORANGAN
KULIYAH KERJA NYATA PERIODE 64 TAHUN 2011
Desa Batu dewa Kecamatan Curup Utara
Kabupaten Rejang Lebong
NOTULENSI DISKUSI
Kegiatan : Penjelasan Tentang Cara Pengemasan Manisan Terong yang Baik
Pertemuan ke : IV
Materi : Pengemasan Manisan Terong
Hari/Tanggal : Jum’at, 12 Agustus 2011
Notulensi
Kegiatan pengemasan manisan terong dilaksanakan pada hari Jumat tanggal
12 Agustus pada pukul 16.00 di Sekretariat Mahasiswa KKN UNIB 64 Desa Batu
Dewa. Kegiatan ini dilaksanakan berkat kerja sama antara mahasiswa KKN UNIB
64 dan masyarakat masyarakat binaan.
Batu Dewa, 12 Agustus 2011
FITRINAWATI
A1J008026
25
PROGRAM KERJA PERORANGAN
MAHASISWA KULAH KERJA NYATA PERIODE 64 TAHUN 2011
DESA : BATU DEWA
KECAMATAN : CURUP UTARA
KABUPATEN : REJANG LEBONG
(Sekretariat : Desa Batu Dewa Kec. Curup Utara Kab. Rejang Lebong)
PELAKSANA
NAMA : FITRINAWATI
NPM : A1J008026
FAKULTAS : KIP
JURUSAN : PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH (PLS)
RENCANA KEGIATAN
No Topik Diskusi
Alokasi Waktu
Juli Agustus
I II III IV I II III IV
1. Mengenal
Manfaat Terong
7
2. Pembuatan
Manisan Terong
8
3. Penjemuran 9
4. Pengemasan 12
5. Analisis
Ekonomi
13
6. Pemasaran 14
Mengetahui Batu Dewa, 25 Agustus 2011
Kepala Desa Koordinator Desa
FIRMANSYAH Mendi
NPM.
26
FOTO
27
28
29
ANALISIS EKONOMI MANISAN TERONG
A Topik diskusi
Topik diskusi dalam pertemuan ke-5 ini yang akan dibahas adalah mengenai analisis
ekonomi dari pembuatan manisan terong.
B Justifikasi kegiatan
1. Latar Belakang
Sebelum manisan terong dipasarkan terlebih dahulu menganalisis ekonomi dari
pembuatan manisan terong. Analisis ekonominya dengan menghitung berapa biaya
produksi dari pembuatan manisan terong, agar dapat menentukan berapa harga jual manisan
terong. Sehingga diharapkan mendapatkan keuntungan.
Masyarakat terutama usaha skala rumah tangga biasanya tidak melakukan analisis
ekonomi dari produk yang mereka buat. Sehingga mereka tidak mengetahui berapa biaya
produksi dan akan kesulitan menentukan harga jual. Terkadang masyarakat tidak tahu
apakah usaha mereka mendapatkan keuntungan atau bahkan kerugian.
2. Permasalahan
Masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang analisis ekonomi suatu usaha
pembuatan produk.
3. Tujuan
Agar masyarakat nantinya dapat menganalisis ekonomi dari usahanya.
C Pembahasan
1. Analisis Imbangan Penerimaan dan Biaya (R/C)
Analisis finansial ini didasarkan pada hasil survei harga sesuai dengan kondisi saat
pembuatan. Dalam hal ini terdapat beberapa asumsi, yaitu :
Biaya proses produksi
a) Nilai uang dan harga barang tetap
b) Satu kali proses selama 2 jam
c) Satu kali proses menggunakan 3 kg terong, 3 kg gula putih dan 1 sdm kapur sirih
dan asam citrus.
30
d) Harga terong Rp. 5000,- per kilogram
e) Harga gula putih Rp. 10.000,- per kilogram
f) Harga minyak tanah Rp. 11.000,- per liter
g) Upah tenaga kerja Rp. 5.000,- perorang untuk satu kali proses
Umur ekonomis peralatan (1 tahun = 360 hari)
a) Pisau (1 tahun) Rp. 3.000,- Rp. 8,33
b) Kompor (4 tahun) Rp. 80.000,- Rp. 55,56
c) Talam ( 2 tahun) Rp. 15.000,- Rp. 20,83
d) Panci (2 tahun) Rp. 30.000,- Rp. 41,6
e) Sendok Garpu (2 tahun) Rp. 1.000,- Rp. 1,39
Total penyusutan Rp. 127.71
Analisa biaya produksi
a) Bahan langsung :
1. Terong ungu 3 kg @ Rp. 5000 Rp. 15.000,00
2. Gula Putih 3 kg @ Rp. 10.000 Rp. 30.000,00
3. Kapur sirih 3 sdm @ Rp. 1.000 Rp. 3.000,00
4. Asam citrus 3 sdm @ Rp. 500 Rp. 1.500,00
b) Bahan tidak langsung :
1. Minyak tanah 1 liter @ Rp. 11.000 Rp. 11.000,00
c) Plastik kemasan Rp. 2.000,00
d) Label/ merek Rp. 5.000,00
e) Upah tenaga kerja 1 orang Rp. 5.000,00
Jumlah Rp. 72.500,00
f) Total biaya (TC)
TC = Biaya produksi + Total penyusutan
= Rp. 72.500 + 127.71
= Rp. 72.372.29
31
Analisa pendapatan
Dari hasil pengolahan dengan menggunakan 3 kg terong, gula putih 3 kg,
dihasilkan 2.6 kg manisan terong yang dikemas dalam kemasan plastik dengan berat
perkemasan 2 on, sehingga diperoleh 13 bungkus manisan terong, dengan harga
perkemasan sebesar Rp. 10.000,00. Maka diperoleh perhitungan penerimaan totalnya
sebagai berikut :
Penerimaan total = 13 x Rp. 10.000,00 = Rp. 130.000,00
Keuntungan = Rp. 130.000,00 – Rp. 72.372.29
= Rp. 57.627.71
Analisa imbangan penerimaan dan biaya
R/C = Penerimaan Total (TR)
Biaya Total (TC)
= 130.000,00
72.372.29
= 1.771
Adapun tujuan dari analisa ekonomi ini adalah untuk mengetahui keuntungan
yang diperoleh dari pembuatan manisan terong. Dalam pembuatan manisan terong ini
terdapat beberapa asumsi yang diperlukan sebagai acuan dalam perhitungan. Pemakaian
alat-alat dalam proses ini berbeda-beda sesuai dengan keperluannya masing-masing
sehingga umur ekonomisnya berbeda pula. Dari umur ekonomis peralatan ini diperoleh
nilai total penyusutan peralatan sebesar Rp. 127.71.
Nilai penyusutan ini dihitung dengan perbandingan antara selisih harga awal dan
harga akhir alat dengan perkalian antara umur ekonomis. Selanjutnya untuk biaya produksi
meliputi biaya bahan langsung dan biaya bahan tidak langsung dan upah tenaga kerja.
Dengan menjumlahkan semua biaya ini maka akan diperoleh total biaya produksi sebesar
Rp. 72.500,00
Dengan menjumlahkan biaya produksi dan total penyusutan alat maka diperoleh
total biaya produksi untuk proses pembuatan manisan terong ini (TC) sebesar Rp.
72.372.29 Apabila dari 3 kg terong menghasilkan manisan terong sebanyak 2.6 kg dan
dikemas masing-masing sebanyak 2 on perkemasan maka diperoleh 13 bungkus manisan
terong siap saji. Jika manisan terong tersebut dijual dengan harga Rp. 10.000,00 per
32
bungkus maka diperoleh pendapatan sebesar Rp. 130.000,00 sehingga diperoleh
keuntungan sebesar Rp. 57.627.71 Selanjutnya menghitung imbangan penerimaan dan
biaya (R/C) yang diperoleh dari hasil perbandingan antara penerimaan total (TR) dengan
biaya total (TC).
Berdasarkan perhitungan di atas maka diperoleh R/C sebesar 1.771 untuk penjualan
manisan terong dengan harga Rp. 10.000,00 per bungkus. Dari harga penjualan tersebut
diperoleh nilai R/C lebih besar dari 1 (R/C > 1), itu artinya usaha untuk memproduksi
manisan terong ini akan memperoleh keuntungan sehingga usaha ini layak untuk diproduksi
sebagai industri.
D Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Analisis ekonomi pembuatan manisan terong mencakup biaya produksi (biaya
langsung, biaya tak langsung dan biaya tenaga kerja), biaya penyusutan alat,
penerimaan, keuntungan, dan R/C (perbandingan total penerimaan dan total biaya).
2. Saran
Diharapkan setelah diadakannya kegiatan ini masyarakat dapat menghitung analisis
ekonomi dari usaha yang dilakukan.
33
E Lampiran
PROGRAM KERJA PERORANGAN
KULIYAH KERJA NYATA PERIODE 64 TAHUN 2011
Desa Batu dewa Kecamatan Curup Utara
Kabupaten Rejang Lebong
NOTULENSI DISKUSI
Kegiatan : Penjelasan Tentang Cara menganalisis ekonomi dan penyesuaian
harga produk
Pertemuan ke : VI
Materi : Analisis Ekonomi Manisan Terong
Hari/Tanggal : Sabtu, 13 Agustus 2011
Notulensi
Kegiatan penjelasan tentang cara perhitungan analisis ekonomi dari pembuatan
manisan terong ini dilaksanakan pada hari jumat tanggal 13 Agustusi 2011 pada
pukul 14.00 di Sekretariat Mahasiswa KKN UNIB 64 Desa Batu Dewa.
Kegiatan ini dilaksanakan berkat kerja sama antara saya sebagai nara sumber dan
teman-teman sesama mahasiswa KKN serta masyarakat binaan.
Batu Dewa, 13 Agustus 2011
FITRINAWATI
A1J008026
34
PROGRAM KERJA PERORANGAN
MAHASISWA KULAH KERJA NYATA PERIODE 64 TAHUN 2011
DESA : BATU DEWA
KECAMATAN : CURUP UTARA
KABUPATEN : REJANG LEBONG
(Sekretariat : Desa Batu Dewa Kec. Curup Utara Kab. Rejang Lebong)
PELAKSANA
NAMA : FITRINAWATI
NPM : A1J008026
FAKULTAS : KIP
JURUSAN : PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH (PLS)
RENCANA KEGIATAN
No Topik Diskusi
Alokasi Waktu
Juli Agustus
I II III IV I II III IV
1. Mengenal
Manfaat Terong
7
2. Pembuatan
Manisan Terong
8
3. Penjemuran 9
4. Pengemasan 12
5. Analisis
Ekonomi
13
6. Pemasaran 14
Mengetahui Batu Dewa, 25 Agustus 2011
Kepala Desa Koordinator Desa
FIRMANSYAH Mendi
NPM.
35
FOTO
36
37
38
PERTEMUAN 6
PEMASARAN MANISAN TERONG
A Topik diskusi
Topik diskusi dalam pertemuan ke-6 ini yang akan dibahas adalah mengenai
pemasaran manisan terong.
B Justifikasi kegiatan
1. Latar Belakang
Setelah pembuatan manisan terong, pengemasan dan analisis ekonominya langkah
terakhir adalah pemasaran. Namun, masyarakat belum terlalu mengenal manisan terong.
Sehingga diperlukan promosi yang lebih, agar manisan terong dapat dengan cepat sampai
pada konsumen.
2. Permasalahan
Masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemasaran manisan terong.
3. Tujuan
Masyarakat dapat mengetahui tentang pemasaran manisan terong.
C Pembahasan
Pemasaran produk dalam hal ini manisan terong sangat penting. Karena dalam
pemasaran ini juga yang akan menentukan keuntungan manisan terong. Dalam hal ini
manisan terong dipasarkan ke warung-warung yang ada di Desa Batu Dewa.
Selain dipasarkan ke warung-warung, manisan terong ini juga di promosikan
kemasyarakat lainnya. Karena manisan terong banyak diminati oleh masyarakat.
Sistem pemasaran manisan terong seperti ini sudah efektif, terbukti dengan baru
sehari di letakan di warung sudah banyak yang dibeli masyarakat. Dan bahkan mereka
meminta untuk di produksi kembali.
39
D Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Pemasaran manisan terong dilakukan dengan cara dipasarkan kewarung-warung
yang ada di Desa Batu Dewa.
2. Saran
Semoga masyarakat dapat mengenal dan mengkonsumsi manisan terong.
40
E Lampiran
PROGRAM KERJA PERORANGAN
KULIYAH KERJA NYATA PERIODE 64 TAHUN 2011
Desa Batu dewa Kecamatan Curup Utara
Kabupaten Rejang Lebong
NOTULENSI DISKUSI
Kegiatan : Penjelasan Tentang Cara Pemasaran dan tempat pemasaran serta
cara menganalisis pasar yang benar
Pertemuan ke : VI
Materi : Pemasaran Manisan Terong
Hari/Tanggal : Minggu, 14 Agustus 2011
Notulensi
Kegiatan pemasaran manisan terong ini dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 14
Agustusi 2011 di warung-warung yang ada di Desa Batu Dewa dan kemasyarakat
langsung.
Batu Dewa, 14 Agustus 2011
FITRINAWATI
A1J008026
41
PROGRAM KERJA PERORANGAN
MAHASISWA KULAH KERJA NYATA PERIODE 64 TAHUN 2011
DESA : BATU DEWA
KECAMATAN : CURUP UTARA
KABUPATEN : REJANG LEBONG
(Sekretariat : Desa Batu Dewa Kec. Curup Utara Kab. Rejang Lebong)
PELAKSANA
NAMA : FITRINAWATI
NPM : A1J008026
FAKULTAS : KIP
JURUSAN : PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH (PLS)
RENCANA KEGIATAN
No Topik Diskusi
Alokasi Waktu
Juli Agustus
I II III IV I II III IV
1. Mengenal
Manfaat Terong
7
2. Pembuatan
Manisan Terong
8
3. Penjemuran 9
4. Pengemasan 12
5. Analisis
Ekonomi
13
6. Pemasaran 14
Mengetahui Batu Dewa, 25 Agustus 2011
Kepala Desa Koordinator Desa
FIRMANSYAH Mendi
NPM.
42
FOTO
43
44
45

1 komentar: